Tugas 4 Softskill Pengendalian Intern Penggajian (Analisis Laporan Keuangan)

Kasus :

PT A memperkerjakan 50 buruh produksi dan mempunyai prosedur penggajian sebagai berikut: Mandor pabrik mewawancarai pelamar dan berdasarkan wawancara tersebut ia menerima atau menolak pelamar tersebut. Saat pelamar direkrut ia menyiapkan formulir A1 dan memberikan ke mandor, mandor menuliskan tarif upah per jam untuk pegawai baru disudut formulir dan memberikannya ke bagian payroll sebagai pemberitahuan bahwa pekerja tersebut telah ditetapkan sebagai pegawai, mandor menyarankan bagian penggajian untuk menyesuaikan tarif. Setiap pekerja mengambil kartu absen pada senin pagi, mengisi namanya dan mencatat waktu kedatangan dan kepulangan tiap hari. Pada akhir minggu pekerja memasukan kartu absen untuk didata bagian payroll. Payroll mencatat transaksi penggajian dan memutakhirkan data. Cek gaji manual ditandatangani akuntan dan diberikan kepada mandor, mandor membagikan cek ke pegawai. Rekening gaji direkonsiliasi oleh akuntan kepala yang juga meyiapkan laporan pajak penghasilan bulanan dan tahunan. Tugas anda adalah :
 
a. Sebutkan kelemahan paling serius dalam struktur pengendalian intern dan nyatakan salah saji yang mungkin dihasilan dari kelemahan tersebut! Apa saran anda?
b. Apa tujuan dari pengamatan pembyaran gaji yang mendadak, bagaimana prosedurnya?
 
Jawab :
 
a. Kelemahan yang paling serius dalam sistem pengendalian intern siklus penggajian PT A tersebut adalah
  • Sistem pencatatan gaji masih menggunakan sistem manual sehingga kurang efektif dan rentan akan terjadinya kecurangan.
  • Pegawai yang bersangkutan mencatat sendiri waktu kedatangan dan kepulangan di kartu absennya dan tidak sesuai dengan waktu kedatangan dan kepulangan karyawan yang sebenarnya.
  • Tidak adanya  pemisahan antara tugas untuk orang yang menandatangani cek, merekonsiliasi dan menyiapkan laporan pajak bulanan dan tahunan
Salah saji yang mungkin timbul dari kelemahan diatas adalah salah saji laba bersih perusahaan secara material, hal ini karena bisa saja terjadinya kesalahan dalam penetapan gaji setiap pegawai akibat dari kecurangan yang dilakukan oleh pegawai itu sendiri ataupun oleh akuntan kepala.
 
Saran untuk perbaikan kelemahan diatas seharusnya PT A menggunakan teknologi yang lebih canggih atau terkomputerisasi dalam pencatatan absen dan tidak diisi sendiri oleh pegawai yang bersangkutan, supaya keakuratan & kebenaran absen dapat terjamin selain itu juga untuk proses perhitungan payroll akan lebih cepat dalam proses perhitungan sehingga tidak memakan waktu yang lama. Dan harus ada pemisahan tugas pada bagian akuntan.
 
b. Tujuan dari pengamatan gaji yang mendadak adalah untuk melakukan pengujian penggajian fiktif yang timbul dari defalkasi (kebohongan) yang dilakukan oleh pihak-pihak internal. Prosedurnya:
  • Masing-masing pegawai menerima dan menandatangani cek didepan penyedia dana auditor
  • Cek yang tidak diklaim harus menjadi subjek investigasi yang ekstensif untuk menentukan apakah cek yang tidak dikalim itu curang.
 
 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (Softskill Tugas 3)

1. RASIO LIKUIDITAS

Image

2. RASIO PENGELOLAAN AKTIVA

Image

3. RASIO MANAJEMEN HUTANG

Image

CONTOH KASUS!!!

PT. ABC mempunyai data sebagai berikut : 

Image

Tentukan Rasio Likuiditas, Rasio Pengelolaan Aktiva, dan Rasio Manajemen Hutang dari data di atas!

Jawab :

1. RASIO LIKUIDITAS

Image

2. RASIO PENGELOLAAN AKTIVA

Image

3. RASIO MANAJEMEN HUTANG

Image

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

TUGAS 2 SOFTSKILL “ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (RASIO LIKUIDITAS)”

RASIO LIKUIDITAS

Image

Contoh Kasus :

Image

 

Ditanya : Hitunglah Rasio Likiuditas (ROA, ROE, ROI) setiap tahunnya beserta analisinya!

Jawab : 

Image

Image

Image

Image

Image

 

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

TUGAS 1 SOFTSKILL “ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (INVESTASI)”

TUGAS SOFTSKILL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

  1. Tn. A menginvestasikan uang Rp. 2.500.000 utnuk usaha jagung bakar yang diharapkan menghasilkan keuntungan 25%, tingkat keuntungan ini tetap. Berapa nilai keuntungan 8 tahun mendatang?

Jawab :

FVn = Pv(1+k)ⁿ

FVn = Rp. 2.500.000(1+0.25)⁸

FVn = Rp. 2.500.000(1.25)⁸

FVn = Rp. 14.901.161,19

 

  1. Tn. B harus membayar pokok pinjaman Rp. 28.700.000 pada 20 tahun mendatang. Berapa nilai uang itu pada saat ini jika tingkat suku bunga 13%?

Jawab :

rumus 1

3. Suatu proyek yang berbiaya modal proyek sebesar 25% memiliki perkiraan arus kas :

TABEL A

 

Dit :

A. Berapa nilai NPv?

Jawab :

rumus 2

 

TABEL B2

 

 

B. Berapa nilai IRR? (25-30%)

Jawab :

rumus 3

 

rumus

C. Kesimpulan?

Jawab :

Investasi tidak diterima karena NPv (Net Present Value) bernilai negatif (-), walaupun IRR (Internal Rate of Return)  bernilai positif (+).

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Sistem Informasi Pemasaran

Sistem informasi pemasaran adalah kegiatan perseorangan dan organisasi yang memudahkan dan mempercepat bubungan pertukaran yang memuaskan dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan pendistribusian promosi dan penentuan harga barang,jasa dan gagasan. Sistem informasi pemasaran selalu digunakan oleh bagian pemasaran dalam sebuah perusahaan untuk memasarkan produk-produk perusahaan tersebut. Sistem informasi ini merupakan gabungan dari keputusan yang berkaitan dengan 4P yaitu :

  • Produk (product)       :Produk apa yang dibeli pelanggan untuk memuaskan kebutuhannya.
  • Promosi (Promotion) :Meningkatkan atau mendorong penjualan.
  • Tempat (Place)          :Cara mendistribusikan produk secara fisik kepada pelanggan melalui saluran distribusi.
  • Harga (Price)            :Terdiri dari semua element yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh pelanggan.

Subsistem Sistem Informasi Pemasaran

      1.   Subsistem Penelitian Pemasaran (Riset Pemasaran)

Subsistem penelitian pemasaran merupakan sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan calon pelanggan.

2.   Subsistem Intelijen Pemasaran

Tiap area fungsional bertanggung jawab untuk menghubungkan perusahaan dengan elemen-elemen tertentu dilingkungan pemasaran yang memliki tanggung jawab utama pada pelanggan dan pesaing. Seperti area fungsional lainnya, pemasaran juga memiliki tanggung jawab pada pemerintah dan komunitas global.

3.  Subsistem Produk

Subsistem produk berguna untuk membuat rencana produk baru.

a. Siklus hidup produk

Tugas manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik untuk tiap unsur dalam bauran pemasaraan dan kemudian mengintegrasikan menjadi suatu rencana pemasaran yang menyeluruh. Suatu kerangka kerja yang disebut siklus hidup produk mengarahkan manajer dalam membuat keputusan-keputusan ini seperti arti namanya siklus hidup produk.

b. Model evaluasi produk baru

Keputusan untuk mengembangkan produk baru harus dipertimbangkan secara matang dan dengan dasar keuangan yang baik dan dibuat oleh eksekutif. Perusahaan yang memperkenalkan banyak produk baru mengembangkan suatu prosedur formal yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti potensi tingkat keuntungan dan efisiensi penggunaan sumber daya.

4.   Subsistem Tempat

Pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yang sesuai dengan pelemparan produk yg dihasilkan sangat menentukan tingkat penjualan produk. Untuk itu, posisi subsistem ini sangat vital dalam keberadaanya.

5.   Subsistem Promosi

Subsistem promosi berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yg dilakukan untuk meningkatkan penjualan.

6.   Subsistem Harga

Subsistem harga berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yg dihasilkan.

a. Penetuan harga berdasarkan biaya

Beberapa perusahaan menggunakan penentuan harga berdasarkan biaya dengan menentukan biaya-biaya mereka dan menambahkan mark up yang diinginkan. Jika perusahaan memilki SIA yang baik, tersedia data biaya yang akurat mambuat tugas Subsistem harga menjadi mudah untuk mendukung penentuan harga berdasarkan biaya.

b. Penentuan harga berdasarkan permintaan

Kebijakan harga yang kurang berhati-hati adalah penentuan harga berdasrakan permintaan yang menetapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap produk.

Berikut salah satu contoh penerapan Sistem Informasi Pemasaran Ikan di Pelabuhan Ratu.

Image

Keterangan :

  1. Ikan yang ditangkap oleh nelayan didaratkan melalui laut kemudian di kumpulkan di TPI (Tempat Pelalangan Ikan)
  2. Setelah itu, ikan yang terdapat di TPI dipasarkan oleh bakul “dalam hal ini bakul bertindak sebagai penjual”
  3. Bakul menjual kepada Pedagang pengecer dan Pengolah. Pada saat pemasaran, bakul menjual tanpa ditimbang terlebih dahulu, besaran ditentukan berat berdasarkan kepada perkiraan (taksiran) saja. Cara menjual ikan hasil tangkapan nelayan oleh bakul mirip seperti proses lelang. Terjadi tawar menawar antara pembeli (pedagang pengecer, pengolah) dengan bakul, dan ikan akan diputuskan terjual jika telah mendapatkan harga tertinggi.
  4. Setelah itu pedagang pengecer dan pengolah akan menjual ikan ke konsumen local.
  5. Akan tetapi, bakul juga dapat langsung menjual ikan tanpa melaui pedagang pengecer dan pengolah. Sehingga bakul langsung menjual ikan kepada konsumen di luar daerah pelabuhan.

Dari contoh pemasaran ikan tersebut, dapat kita lihat bahwa ternyata suatu sistem informasi sangat membantu dalam hal pelaksanaa kegiatan pemasaran untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam mengambil keputusan atas langkah yang harus dilakukan  dalam kegiatan pemasaran. Seperti contoh diatas, sistem pemasaran yang dilakukan dapat mempermudah konsumen dalam mendapatkan sebuah produk.

sumber :

http://toekyck.blogspot.com/2012/06/pemasaran-ikan-di-ppn-palabuhanratu.html

http://mulyajho.blogspot.com/2012/08/materi-sistem-informasi-pemasaran.html

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pengembangan Bentuk Sistem Informasi

Berikut ini merupakan 3 contoh pengembangan bentuk sistem informasi :

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

Sejarah Sistem Informasi Geografis

Sistem informasi geografis (SIG) pertama pada tahun 1960 yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan geografis. 40 tahun kemudian perkembangan GIS berkembang tidak hanya bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan geografi saja tetapi sudah merambah ke berbagai bidang seperti:

  • analisis penyakit epidemik (demam berdarah)
  • analisis kejahatan (kerusuhan)
  • navigasi dan vehicle routing (lintasan terpendek)
  • analisis bisnis (sistem stock dan distribusi)
  • urban (tata kota) dan regional planning (tata ruang wilayah)
  • peneliti: spatial data exploration
  • utility (listrik, PAM, telpon) inventory and management
  • pertahanan (military simulation), dll

Pentingnya Sistem Informasi Geografis

Alasan GIS dibutuhkan adalah karena untuk data spatial penanganannya sangat sulit terutama karena peta dan data statistik cepat kadaluarsa sehingga tidak ada pelayanan penyediaan data dan informasi yang diberikan enjadi tidak akurat. Berikut adalah dua keistimewaan analisa melalui Geographical information system (GIS) yakni:

  • Analisa Proximity

Analisa Proximity merupakan suatu geografi yang berbasis pada jarak antar layer. Dalam analisis proximity GIS menggunakan proses yang disebut dengan buffering (membangun lapisan pendukung sekitar layer dalam jarak tertentu untuk menentukan dekatnya hugungan antara sifat bagian yang ada.

  • Analisa overlay

Proses integrasi data dari lapisan-lapisan layer yang berbeda disebut dengan overlay.

Secara analisa membutuhkan lebih dari satu layer yang akan ditumpang susun secara fisik agar bisa dianalisa secara visual.

Manfaat Sistem Informasi Geografis

  1. penanganan data geospasial menjadi lebih baik dalam format baku
  2. revisi dan pemutakhiran data menjadi lebih muda
  3. data geospasial dan informasi menjadi lebih mudah dicari, dianalisa dan direpresentasikan
  4. menjadi produk yang mempunyai nila tambah
  5. kemampuan menukar data geospasial
  6. penghematan waktu dan biaya
  7. keputusan yang diambil menjai lebih baik.

Karakteristik Sistem Informasi Geografis

  • Merupakan suatu sistem hasil pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak untuk tujuan pemetaan, sehingga fakta wilayah dapat disajikan dalam satu sistem berbasis komputer.
  • Melibatkan ahli geografi, informatika dan komputer, serta aplikasi terkait.
  • Masalah dalam pengembangan meliputi: cakupan, kualitas dan standar data, struktur, model dan visualisasi data, koordinasi kelembagaan dan etika, pendidikan, expert system dan decision support system serta penerapannya
  • Perbedaannya dengan Sistem Informasi lainnya: data dikaitkan dengan letak geografis, dan terdiri dari data tekstual maupun grafik
  • Bukan hanya sekedar merupakan pengubahan peta konvensional (tradisional) ke bentuk peta dijital untuk kemudian disajikan (dicetak / diperbanyak) kembali
  • Mampu mengumpulkan, menyimpan, mentransformasikan, menampilkan, memanipulasi, memadukan dan menganalisis data spasial dari fenomena geografis suatu wilayah.
  • Mampu menyimpan data dasar yang dibutuhkan untuk penyelesaian suatu masalah. Contoh : penyelesaian masalah perubahan iklim memerlukan informasi dasar seperti curah hujan, suhu, angin, kondisi awan. Data dasar biasanya dikumpulkan secara berkala dalam jangka yang cukup panjang.

Komponen pada Sistem Informasi Geografis

1.     Hardware

GIS membutuhkan komputer untuk penyimpanan dan pemproresan data. Ukuran dari sistem komputerisasi bergantung pada tipe GIS itu sendiri. GIS dengan skala yang kecil hanya membutuhkan PC (personal computer) yang kecil dan sebaliknya.

Untuk mengubah peta ke dalam bentuk digital diperlukan hardware yang disebut digitizer.

2.     Software

Dalam pembuatan GIS di perlukan software yang menyediakan fungsi tool yang mampu melakukan penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi geografis. Dengan demikian, elemen yang harus terdapat dalam komponen software GIS adalah:

  • Tool untuk melakukan input dan transformasi data geografis
  • Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
  • Tool yang mendukung query geografis, analisa dan visualisasi
  • Graphical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada tool geografi. Inti dari software GIS adalah software GIS itu sendiri yang mampu menyediakan fungsi-fungsi untuk penyimpanan, pengaturan, link, query dan analisa data geografi. Beberapa contoh software GIS adalah ArcView, MapInfo, ArcInfo untuk SIG; CAD system untuk entry graphic data; dan ERDAS serta ER-MAP untuk proses remote sensing data. Modul dasar perangkat lunak SIG: modul pemasukan dan pembetulan data, modul penyimpanan dan pengorganisasian data, modul pemrosesan dan penyajian data, modul transformasi data, modul interaksi dengan pengguna (input query)

3.     Data

  • SIG merupakan perangkat pengelolaan basis data (DBMS = Data Base Management System) dimana interaksi dengan pemakai dilakukan dengan suatu sistem antar muka dan sistem query dan basis data dibangun untuk aplikasi multiuser.
  • SIG merupakan perangkat analisis keruangan (spatial analysis) dengan kelebihan dapat mengelola data spasial dan data non-spasial sekaligus.

Syarat pengorganisasian data:

Volum kecil dengan klasifikasi data yang baik; Penyajian yang akurat; Mudah dan cepat dalam pencarian kembali (data retrieval) dan penggabungan (proses komposit).

Type Data :

„     Data lokasi:

„      Koordinat lokasi

„      Nama lokasi

„      Lokasi topologi (letak relatif: sebelah kiri danau A, sebelah kanan pertokoan B)

„     Data non-lokasi:

„      Curah hujan

„      Jumlah panen padi

„      Terdiri dari variabel (tanah), kelas (alluvial), nilai luas (10 ha), jenis (pasir)

„     Data dimensi waktu (temporal):

„      Data non-lokasi di lokasi bersangkutan dapat berubah dengan waktu (misal: data curah hujan bulan Desember akan berbeda dengan bulan Juli)

„

Masukan dan Keluaran Basis Data Sistem Informasi Geografis

*       Sumber data SIG: data lapangan, data statistik, peta, penginderaan jauh

*       Penyiapan data: data dikumpulkan, dikonversi, diklasifikasi, disunting dan ditransformasi dalam basis data

*       Pembentukan format data keruangan (spasial): dijitisasi peta (diatas peta / di-screen

monitor), interpretasi citra dijital dan konversi raster ke vektor secara  otomatis penuh

atau sebelumnya di-scan dulu, import dari sumber lain

*   Bentuk data masukan SIG: spasial/non-spasial, vektor/raster, tabular  alfanumerik

*       Basis data SIG: posisi dan hubungan topology, data spasial dan non- spasial, gambaran obyek dan fenomena geografis (dataran rendah tinggi, kondisi lingkungan, kota ,sungai), obyek dikaitkan dengan koordinat bumi

*       Lapis data pada basis data SIG: lapis data dibuat sesuai dengan temanya: penggunaan lahan, jenis tanah, topografi, populasi penduduk, ada data primer (topografi, perairan/laut/sungai, pencacahan penduduk, hujan, suhu, kelembaban) dan sekunder (sudah diproses sebagai informasi)

*       Penyajian informasi (keluaran): peta, grafik, tabel, laporan

 

Lima Cara Perolehan Data/Informasi Geografi

  • Survei lapangan: pengukuran fisik (land marks), pengambilan sampel (polusi air), pengumpulan data non-fisik (data sosial, politik, ekonomi dan budaya).
  • Sensus: dengan pendekatan kuesioner, wawancara dan pengamatan; pengumpulan data secara nasional dan periodik (sensus jumlah penduduk, sensus kepemilikan tanah).
  • Statistik: merupakan metode pengumpulan data periodik/per-interval-waktu pada stasiun pengamatan dan analisis data geografi tersebut, contoh: data curah hujan.
  • Tracking: merupakan cara pengumpulan data dalam periode tertentu untuk tujuan pemantauan atau pengamatan perubahan, contoh: kebakaran hutan, gunung meletus, debit air sungai.
  • Penginderaan jarak jauh (inderaja): merupakan ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi suatu obyek, wilayah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dari sensor pengamat tanpa harus kontak langsung dengan obyek, wilayah atau fenomena yang diamati (Lillesand & Kiefer, 1994).

Sistem Otomatisasi Perkantoran

Pengertian Sistem Otomatisasi Perkantoran

Sistem otomatisasi kantor (dalam bahasa Inggris: Office Automation disingkat OA) didefinisikan sebagai sistem informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan pesan, dokumen, dan komunikasi elektronik lainnya antar individu, kelompok kerja dan organisasi.

Otomatisasi kantor terdiri atas semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang beradan di dalam maupun di luar perusaahan. Orang yang berada dalam suatu kantor dapat menggunakan otomatisasi kantor untuk berkomunikasi dengan orang yang berada di kantor lain dalam suatu perusahaan, atau dengan orang lain dalam kantor di perusahaan lain.

Para pengguna otomatisasi kantor pada umumnya adalah Manajer, orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan, terutama SDM. Profesional, menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekertaris dan pegawai administrasi. Sekertaris, ditugaskan oleh professional untuk melaksanakan berbagai tugas seperti menangani korespondensi, menjawab telepon dan mengatur jadwal pertemuan.

Yang membedakan otomatisasi kantor dengan sistem informasi berbasis komputer lain adalah penekanan pada komunikasi. Otomatisasi kantor dimaksudkan untuk mempermudah berbagai jenis komunikasi baik lisan maupun tulisan secara internal maupun dengan pihak luar

Manfaat Sistem Otomatisasi Perkantoran

Otomatisasi kantor bertujuan untuk meningkatkan produktivitas. Bila diterapkan sebagai alat pemecah masalah, otomatisasi kantor dapat memberikan kemampuan antar manajer untuk saling melakukan komunikasi dengan lebih baik selagi mereka memecahkan masalah. Peningkatan komunikasi ini dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dalam pemanfaatan sistem otomatisasi kantor:

  • Pendapatan yang Lebih Tinggi versus Penghindaran Biaya.
  • Komputer tidak menggantikan pekerja saat ini, tetapi computer menunda penambahan pegawai yang diperlukan untuk menangani beban kerja yang bertambah.
  • Pemecahan masalah Kelompok/Tim.
  • Cara OA berkontribusi pada komunikasi ke dan dari manajer membuatnya sangat cocok diterapkan untuk memecahkan masalah kelompok.
  • Pelengkap–BukanPengganti.
  • Sebagai suatu cara komunikasi bisnis, OA bukan tanpa keterbatasan. OA tidak akan menggantikan semua komunikasi interpersonal tradisional–percakapan tatap muka, percakapan telepon, pesan tertulis pada memo, dan sejenisnya. OA harus bertujuan melengkapi komunikasi tradisional.

Contoh pengguna perangkat-perangkat yang mendukung otomasi perkantoran :

  • Pengolah lembar kerja digunakan menganalisa berbagai kemungkinan harga.
  • Pengolah kata dipakai untuk membuat kontrak penjualan.
  • Surat elektronik untuk memberikan deskripsi produk kepada calon pelanggan.
  • Video konferensi digunakan untuk melakukan pertemuan virtual jarak jauh untuk melakukan koordinasi sejumlah orang yang berada diberbagai tempat yang berjauhan. Dalam hal ini, wajah para anggota (member) dapat terlihat dalam monitor. Sistem ini sering kali dikatakan dapat mendukung kantor tanpa kertas (paperless office). Artinya, semua yang berbau dokumen kertas dapat dihilangkan.

11 Aplikasi Otomatisasi Perkantoran :

a. Pengolah Kata (Word Processing)

b. Surat Elektronik (Electronic Mail)

c. Surat Bersuara (Voice Mail)

d. Kalender Elektronik (Electronic Calendaring)

e. Konferensi Suara (Audio Conferencing)

f. Konferensi Video (Video Conferencing)

g. Konferensi Komputer (Computer Conferencing)

h. Facsimile (FAX)

i. Videotext

j. Pencitraan (Imaging)

k. Desktop Publishing

Sistem Informasi Akademik

Pengertian Sistem Informasi Akademik

Menurut Arifin, 2002, Sistem Informasi Akademik merupakan sumber daya yang terhadap segala sesuatu dalam bentuk informasi yang ada kaitannya dengan masalah-masalah akademik di kampus. Sistem Informasi Akademik selain merupakan sumber daya informasi di kampus, juga dapat digunakan sebagai sarana media komunikasi antara dosen dan mahasiswa, mahasiswa dengan mahasiswa dosen dengan pejabat kampus terkait dan siapa saja yang ada di lingkungan kampus tersebut. Karena menggunakan teknologi internet tidak hanya dilakukan dalam kampus saja tetapi diluar kampus pun bisa dilakukan bahkan dimana saja di seluruh dunia ini asalkan ada sebuah komputer yang terhubung dengan internet. Sistem Informasi Akademik adalah merupakan sistem  informasi yang berbasis web yang bertujuan untuk membentuk Knowledge Based System yang dapat diakses internet, sebagai contoh macam informasi yang ada didalamnya adalah:

  1. Berita, berisi informasi terbaru yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan maupun informasi teknologi dari berbagai sumber berita.
  2. Pendidikan, berisi informasi yang berkaitan dengan perkuliahan yang terdapat dilembaga pendidikan, misalnya: kurikulum, Satuan Acara Perkuliahan (SAP), dosen, materi kuliah, kerja praktek, tugas akhir dan penelitian.
  3. Komunitas, berisi tentang komunitas yang ada di lembaga pendidikan yang akan menginformasikan tentang Civitas Akademika misalnya: Staff, mahasiswa, alumni, bulletin dan lain-lain.
  4. Data Personal, berisi Informasi yang berrhubungan dengan mahasiswa diantaranya:

1)      Kartu Rencana Studi (KRS) sesuai dengan mata kuliah yang telah diprogramkan dalam satu semester.

2)      Kartu Hasil Studi (KHS) unruk mengetahui hasil yang telah dicapai selama mengikuti perkuliahan dan hasil evaluasi studi, sekaligus mengetahui indeks prestasinya.

  1. Jadwal Perkuliahan, yang berisi tentang jadwal kuliah, kegiatan mahasiswa, memonitor jadwal perkuliahan dosen, jumlah kehadiran dalam mengikuti perkuliahan.
  2. Perpustakaan, berisi tentang informasi buku melalui catalog online.
  3. Electronic Mail (Email), fasilitas ini untuk mengirim dan menerima surat/pesan sekaligus dapat dijadikan sebagai sarana atau alat diskusi antar mahasiswa, dosen bahkan karyawan dalam lembaga pendidikan.

Komponen Sistem Informasi Akademik

Sistem informasi akademik mempunyai komponen yang sama dengan sistem informasi secara umum, yaitu: komponen input, komponen model, komponen basis data, dan komponen output. Perbedaan komponen-komponen ini antar sistem-sistem informasi lainnya adalah konteks letak dari sistem informasinya.

a. Komponen Input Akademik

Sistem informasi akademik mengumpulkan data yang berkaitan dengan pengelolaan data misalnya nilai mahasiswa, mata kuliah, data staf pengajar (dosen) serta administrasi fakultas/jurusan, dll.

b. Komponen Model Akademik

Model digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan yang sesuai dengan kebutuhan pemakai sistemnya. Model merupakan cetakan yang merubah bentuk input menjadi output. Model di sistem informasi akademik banyak digunakan untuk menghasilkan informasi – informasi tentang pengelolaan data mahasiswa, dosen, dll.

c. Komponen Basis Data Akademik

Data yang digunakan untuk output berasal dari data base.

d. Komponen Output Akademik

Tiap subsistem output menyediakan informasi tentang subsistem itu sebagai bagian dari bauran. Subsistem jurusan menyediakan informasi mengenai jurusan. Subsistem fakultas menyediakan informasi mengenai fakutlasnya.

Manfaat Sistem Informasi Akademik

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan penerapan Sistem Informasi Akademik ini adalah :

1. Kemudahan bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi tanpa harus melakukan interaksi langsung dengan bagian administrasi karena informasi tersebut dapat diperoleh dengan melakukan pencarian data melalui komputer yang terkoneksi secara internet.

2. Kemudahan bagi bagian administrasi dikarenakan berkurangnya interaksi secara langsung dan lebih dilakukan interaksi terhadap data-data yang diinputkan oleh mahasiswa yang merupakan kebutuhan untuk proses pengolahan data

3. Penyimpanan data yang terstruktur dikarenakan Sistem Informasi Akademik menggunakan database yang tersimpan didalam komputer.

4. Updating informasi antara bagian administrasi akademik maupun dengan bagian keuangan yang merupakan validasi untuk status mahasiswa sehingga dapat melakukan kegiatan belajar mengajar , dimana terjadi interaksi data secara langsung tanpa memerlukan update data secara manual. Update data dari Sistem Keuangan dan Sistem Akademik merupakan proses penting dimana proses ini mengupdate status mahasiswa dalam interval waktu tertentu .

5. Kemudahan bagi pengajar untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dimana pada komponen Front End Web dan komponen Back End Web dapat membantu para pengajar untuk menyampaikan informasi secara on-line dan menerima informasi secara on-line dari mahasiswa .

6. Pada sistem ini dapat mereduksi waktu yang dilakukan pada Sistem Akademik secara manual .

7. Pengolahan data keuangan yang lebih efektif dengan menggunakan aplikasi yang dapat mendukung proses keuangan dan proses kepegawaian

Sumber :

http://ilmukomputer.org/2007/01/27/konsep-dasar-sig/

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_geografis

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_otomatisasi_kantor

http://deden08m.files.wordpress.com/2011/09/bab14_otokantor.pdf

http://ismakurniawawan.blogspot.com/2012/12/sistem-informasi-akademik.html

http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/sistem-informasi-akademik.html

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Sistem Informasi Manajemen

I. Pengantar Sistem Informasi Berbasis Komputer

Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat. Menurut beberapa ahli seperti Turban, Mc lean, dan Waterbe dalam bukunya information technology for managemen making connection for strategies advantages mendefinisikan bahwasanya sistem informasi sebagai sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan ,menganalisis, serta menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.

Komponen-Komponen Sistem Informasi Berbasis Komputer

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

1. Komponen input

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar.

2. Komponen model

Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Komponen output

Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.

4. Komponen teknologi

Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5. Komponen hardware

Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.

6. Komponen software

Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.

7. Komponen basis data

Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

8. Komponen control

Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau pun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

 

Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen (SIM)

  • Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  • Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  • Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

II. Teknologi Informasi Sebagai Keunggulan Kompetitif

Dalam upaya mencapai keberhasilan, para manajer sangat menyadari pengaruh dari lingkungan perusahaan.Perusahaan dihubungkan dengan elemen-elemen dalam lingkungannya melalui arus sumber daya fisik maupun konseptual. Perusahaan berusaha memperoleh keunggulan kompetitif dengan mengelola arus sumber daya, termasuk informasi.

Sumber daya informasi perusahaan mencakup lebih dari sekedar informasi. Sumber daya tersebut mencakup pula perangkat keras, fasilitas, perangkat lunak ,data , para spesialis informasi dan para pemakai informasi.

Kegiatan mengidentifikasi sumber daya informasi yang akan dibutuhkan perusahaan dimasa depan, mendapatkan sumber daya tersebut, dan mengelolanya disebut perencanaan sumber daya informasi secara stategis (strategic planning for information resources), atau SPIR. SPIR adalah tanggung jawab semua manajer, tetapi manajer organisasi jasa informasi (information service) memainkan peranan penting. Jabatan CIO, yaitu chief  information officer, menjadi semakin populer untuk menggambarkan manajer jasa informasi.

Dari semua inovasi terbaru dalam pengguna komputer, tidak ada yang dampaknya sebesar end-user computing.

Sistem fisik perusahaan adalah sistem lingkaran tertutup, dalam arti dikendalikan oleh manajemen, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan-tujuannya tercapai. Perusahaan juga merupakan sistem terbuka, dalam arti berhubungan dengan lingkungannya dan ini aspek-aspeknya tersebut.

Delapan elemen lingkungan:

Pemasok menyediakan material, mesin, jasa dan informasi yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang danjasa.Barang dan jasa ini dipasarkan kepada. Pelanggan perusahaan, yang mencakup pemakai saat ini dan calon pemakai. Serikat pekerja adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tenga kerja tidak terampil. Masyarakat keuangan terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya uang yang tersedia bagi perusahaan. Pemegang saham atau pemilik  adalah orang-orang yang menanamkan modal di perusahaan dan mewakili tingkat manajemen tertinggi. Pesaing mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan dipasar. Pemerintah, pada tingkat pusat, daerah, dan lokal, memberikan kendala-kendala dalam bentuk undang-undang dan peraturan, tetapi juga memberikan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi dan dana. Masyarakat global adalah wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan operasinya

KEUNGGULAN KOMPETITIF

Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalu banyak cara, seperti menyediakan barang dan jasa dengan harga yang murah, menyediakan barang dan jasa yang lebih baik dari pesaing, dan memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu. Pada bidang komputer, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan lavarage di pasar. Manajer perusahaan menggunakan sumber daya konseptual maupun sumber daya fisik untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.

SUMBER DAYA INFORMASI

Perusahaan harus mengola sumber daya tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk itu perlu manager khusus yang mengelola jasa informasi. Selama ini ada beberapa istilah yang lazim dikenal. Misalnya CEO (Chief Executif Officer ) adalah orang yang memiliki pengaruh paling kuat dalam operasi perusahaan, dan umumnya memiliki jabatan direktur utama atau ketua dewan direksi. Beberapa istilah lain adalah CFO (Chief Financial Officer) dan COO (Chief Operating Officer). Untuk manajer jasa informasi dikenal istilah CIO (Chief Information Officer) yaitu manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya bukan saja untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumberdaya informasi, tetapi juga area operasi perusahaan lainnya.

KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA INFORMASI

Topik-topik yang didiskusikan pada bab ini membentuk dasar untuk mengelola semua sumber daya informasi. Manajemen sumber daya informasi (information resources management), atau IRM, adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumber daya informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

ELEMEN-ELEMEN IRM YANG DIPERLUKAN

Meskipun seorang pemakai individu dapat mempraktekkan IRM, pendekatan paling efektif bagi perusahaan adalah mengembangkan rencana formal yang harus diikuti setiap orang.Agar perusahaan sepenuhnya dapat mencapai IRM, perlu adas erangkaian kondisi tertentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi:

  • Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya informasi yang unggul.  Para eksekutif perusahaan dan manajer lain yang terlibat dalam perencanaan strategis memahami bahwa perusahaan dapat mencapai keunggulan atas pesaingnya dengan mengelola arus informasi.
  • Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu bidang fumgsional utama. Struktur organisasi mencerminkan bahwa jasa informasi sama pentingnya dengan bidang fungsional utama lainnya, seperti keuangan dan pemasaran.
  • Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak. CIO memberi kontribusi, jika memungkinkan, pada pemecahan masalah yang mempengaruhi seluruh operasi perusahaan, bukan hanya operasi jasa informasi. Kesadaran ini paling mudah ditunjukkan dengan menyertakan CIO dalam komite eksekutif.
  • Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan ketika membuat perencanaan strategis. Ketika para eksekutif terlibat dalam perencanaan strategis perusahaan, mereka memperhatikan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan strategis.
  • Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi. Terdapat rencana formal untuk memperoleh dan mengelola sumber daya informasi. Sumber daya itu harus mencakup yang berada pada area pemakai maupun jasa informasi.
  • Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing. Rencana strategis sumber daya informasi membahas cara membuat sumber daya informasi tersedia bagi para pemakai akhir, sambil tetap mempertahankan pengendalian atas sumber daya tersebut.

III. Manfaat & Etika dari Sistem Informasi

Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :

  • penghematan waktu
  • penghematan biaya
  • peningkatan efektivitas
  • pengembangan teknologi
  • pengembangan personel akuntansi

Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.

ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI

Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.

1.      Privasi

Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya.

2.      Akurasi

Akurasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan membahayakan.

3.      Properti

Perlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3 mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).

a.      Hak Cipta

Hak cipta adalah hak yang dijamin oleh kekuatan hokum yang melarang penduplikasian kekayaan intelektual tanpa seijin pemegangnya.

b.      Paten

Paten merupakan bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual yang paling sulit didapat karena hanya akan diberikan pada penemuan-penemuan inovatif dan sangat berguna. Hukum paten memberikan perlindungan selama 20 tahun.

c.       Rahasia Perdagangan

Hukum rahasia perdagangan melindungi kekayaan intelektual melalui lisensi atau kontrak.

4.      Akses

Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semua pihak.

IV. Model Sistem Umum Perusahaan & Pendekatan Sistem

Sistem informasi manajemen (manajemen information system) merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.

Secara teori, komputer tidak harus digunakan di dalam SIM, akan tetapi kenyataanya tidaklah mungkin SIM yang komplek dapat berfungsi tanpa melibatakan elemen komputer. SIM selalu berhubungan dengan pengolahan informasi yang didasarkan pada komputer (computer-based information processing).

SIM merupakan kumpulan dari sitem-sistem informasi. Sim tergantung dari besar kecilnya organisasi dapat terdiri dari sistem-sistem informasi sebagai berikut :

1.      Sistem informasi akuntasi (accounting information system)

Tujuannya       : menyediakan informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan perusahaan.

2.      Sistem informasi pemasaran (marketing information system)

Tujuannya       : menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.

3.      Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information system)

Tujuannya       : menyediakan informasi mengenai persediaan dan digunakan oleh bagian gudang

4.      Sistem informasi personalia (personnel information system)

Tujuannya       : menyediakan informasi mengenai SDM

5.      Sistem informasi eksekutif (eksekutif information system)

Tujuannya       : Menyediakan informasi penting bagi eksekutif dan manajer

6.      Sistem informasi distribusi (distribution information system)

Tujuannya       : menyediakan informasi mengenai penyaluran produk-produk perusahaan agar sampai ke komsumen

7.      Sistem informasi pembelian (purchasing information system)

Tujuannya       : menyediakan informasi yang berhubungan dengan kegiatan pembelian

8.      Sistem informasi kekayaan (treasury information system)

Tujuannya       : menyediakan informasi mengenai kekayaan suatu perusahaan

9.      Sistem informasi analisis kredit (credit analiysis information system)

Tujuannya       : menyediakan informasi tentang penggunaan kredit suatu perusahaan kepada perusahaan lain

 

 

 

 

 

Referensi:

Sistem informasi konsep dan aplikasi : http://www.smecda.com

BUKU MACLEOD SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BAB II

buku karya Raymond McLeod, Jr “Sistem Informasi Manajemen”

http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2008/08/sim.pdf

http://wandi2305.wordpress.com/2012/11/29/manfaat-dan-etika-dari-sistem-informasi/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/04/etika-dalam-sistem-informasi-2/

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Dasar-Dasar Pengorganisasian

Dasar-Dasar Pengorganisasian

Definisi Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manjemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapian tujuan sistem manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Pada hakikatnya, tiap sumber daya organisasional mewakili suatu investasi darimana sistem manajemen harus dapat pengembaliannya. Pengorganisasian yang sesuai dari sumber daya-sumber daya tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunaanya.

Henry Fayol telah mengembangkan 16 garis pedoman umum yang bisa digunakakn ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, yaitu :

  1. Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
  2. Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan dari per soalan tersebut.
  3. Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
  4. Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
  5. Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
  6. Menyusun seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
  7. Mendefinisikan tugas-tugas.
  8. Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
  9. Menberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
  10. Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
  11. Mempertahankan disiplin.
  12. Menjamin bahwa kepentingan individu konsisiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
  13. Mengakui adanya satu komando.
  14. Mempromosikan koordinasi dahan dan kemusiaan.
  15. Melembagakan dan memberlakukan pengawsan.
  16. Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, dan kertas kerja.

Arti Penting Perorganisasian

Fungsi pengorganisasian sangat penting bagi sistem manjemen karena ia adalah mekanisme utama dimana wirausahawan mengaktifkan rencana-renaca. Pengorganisasian menciptakan dan mempertahankan  hubungan antara semua sumber daya organisasional dengan menunjukkan sumber daya mana yang akan digunakan untuk aktivitas tertentu, serta kapan, dimana, dan bagaimana sumber daya tersebut digunakan.

Proses Pengorganisasian

Lima langkah utama dari proses pengorganisasian adalah :

  1. Tercermin dalam rencana-rencana dan tujuan-tujuan.
  2. Menetapkan tugas-tuigas pokok.
  3. Membagi tugas-tugas pokok kedalam subtugas-subtugas.
  4. Alokasi sumber daya-sumber daya dan pengaruh bagi subtugas-subtugas
  5. Mengevaluasi hasil dari strategi pengorganisasian yang diimplementasikan.

Contoh kasus  bagaimana proses pengorganisasian berfungsi pada wirausahawan restoran :

Langkah pertama, berupa memulai proses pengorganisasian yang akan tercermin dalam rencana-rencana dan tujuan-tujuan restoran tersebut.

Langkah kedua dan ketiga, yaitu memusatkan tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam sistem manajemen yang kemudian dilanjutkan dengan merancang bidang tugas atau pekerjaan besar yang harus dilaksanakan di restoran.

Langkah keempat, wirausahawan restoran harus menentukan pembagian tugas seperti menentukan siapa yang akan mengantarkan pesanan, siapa yang akan membersihkan meja, dan seluk beluk sari hubungan diantara individu-individu tersebut.

Langkah kelima, evaluasi hasil-hasil dari strategi pengorganisasian tertentu, yang memerlukan wirausahawan restoran untuk mengumpulkan umpan balik tentang sebrapa baik strategi pengorganisasian yang diimplementasikan.

Cara-cara Pengorganisasian

Cara pengorganisasian yaitu menyaring mengunakan pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan jawaban yang tepat.Tahap-tahap pengorganisasian meliputi :

  •  Merinci Pekerjaan

Pertanyaannya : Pekerjaan apa saja yang terdapat dalam kegiatan atau usaha itu..?

  • Membedakan Pekerjaan

Pertanyaannya : adakah perbedaan dan persamaan pekerjaan-pekerjaan itu..?

  • Mengelompokan Pekerjaan

Pertanyaannya : pekerjaan-pekerjaan mana saja yang memiliki persamaan dan saling berhubungan sehingga dapat di kerjaakan oleh satu orang..?

  • Menyamakan tujuan pekerjaan

Pertanyaannya : apakah tujuan yang dapat di capai bersama dengan pekerjaan-pekerjaan itu..?

  • Menempatkan penanggung-jawab atau pejabat/pimpinan

Pertanyaannya : tanggung jawab atau jabatan apakah yang cocok menjadi nama untuk sekelompok pekerjaan-pekerjaan itu..? Siapa yang cocok memimpin pekerjaan-pekerjaan itu..?

  • Memberikan tugas Khusus

Pertanyaannya : tugas khusus apakah yang harus di kerjakan orang itu untuk mengarahkan pekerjaan itu supaya dapat berjalan lebih lancar dalam membantu pihak-pihak yang di layani..?

Teori Pengorganisasian Klasik

Teori pengorganisasian klasik adalah wawasan dari penulis manajemen awal mengenai bagaimana sumber daya orgasasional bisa digunakan untuk pencapaian tujuan organisasi. Menurut Max Weber, komponen utama dari uasaha pengorganisasian termasuk juga prosedur-prosedur dan aturan-aturan yang mendetail, suatu hirarki organisasional diuraikan dengan jelas, dan hubungan antara anggota-anggota organisasi  kewirausahaan yang terutama nonperson(impersonal).

Struktur

Tujuan dari struktur adalah untuk memperlancar penggunaan tiap sumber daya, baik secara individu maupun secara kolehtif, ketika sistem manajemen ingin mencapai tujuannya.

Struktur organisasi kewirausahaan terutama disajikan dengan menggunakan iliustrasi grafik yang dinamakan bagan organisasi.

Terdapat 2 tipe dasar dari struktur yang ada dalam sistem manajemen, yaitu :

  1. Struktur formal : hubungan diantara sumber daya-sumber daya organisasional seperti diuraikan oleh manajemen. Struktur formakl terutam disajiakn dengan bagan organisasi.
  2. Struktur informal : pola hubungan yang berkembang karena keberadaan anggota organisasi informal. Struktur informal berevolusi secara alami dan cenderung didasi oleh norma, nilai, dan sosial dari individu. 

 

sumber :

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaan/bab11-dasar_dasar_pengorganisasian.pdf

http://home.unpar.ac.id/~lpkm/dasar-dasar%20pengorganisasian.htm

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Identifikasi Peluang Usaha Baru

Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal jasa dan risiko, serta menerima balas jasa, kepuasan, dan kebebasan pribadi.
 
Persaingan didunia wirausaha yang semakin berkembang pesat akhir-akhir ini. Hal tersebut mendorong wirausahawan memutar otak untuk mencari jenis usaha baru dan berbeda dengan yang sudah ada dipasaran. Untuk itu proses identifikasi peluang usaha baru sangat dibutuhkan dalam menentukan usaha yang tepat. Agar nantinya produk atau jasa yang dibuat dapat diterima oleh masyarakat luas.
 
Proses identifikasi peluang usaha berawal dari inovasi, untuk menentukan usaha yang tepat dibutuhkan inovasi-inovasi yang baru dan fresh. Selanjutnya diadakan proses perencanaan dan pengembangan produk sampai ketahap pemasaran dan Komersialisasi produk.
 
Untuk lebih jelasnya berikut saya sajikan makalah “Identifikasi Peluang Usaha Baru”, semoga dapat bermanfaat untuk bahan referensi.
 
 
Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kewirausahaan (kelompok 2)

MAKALAH

JUDUL                      :           IDENTIFIKASI PELUANG USAHA BARU

MATA KULIAH  :           KEWIRAUSAHAAN 2

DOSEN                      :           BPK. AGUS SUTEDJO, SE, MM

 

 

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 2

KETUA           : EVI FITRIANI                                (42211537)

ANGGOTA   : CHIKA ADLIA                                (41211628)

                                HILDA SILVIANINGRUM     (48211528)

                                WINDI HERLIANI                      (47211429)

 

 

 

D3  BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN

PROGRAM STUDI AKUNTANSI KOMPUTER

UNIVERSITAS GUNADARMA

2013

 

KATA PENGANTAR

  

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Segala puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang senantiasa mencurahkan segala rahmat-Nya sehingga makalah yang berjudul “Identifikasi Peluang Usaha Baru” ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.

Dengan lahirnya makalah Identifikasi Peluang Usaha Baru ini semoga dapat memberikan manfaat kepada para pembaca nantinya. Sehingga dapat membuka wawasan yang luas tentang apa itu Identifikasi Peluang Usaha Baru. Karena hal tersebut sudah tidak asing lagi dan semakin marak seiring dengan perkembangan perekonomian di Indonesia.

Tak ada gading yang tak retak, adalah ungkapan yang tepat demi kesempurnaan makalah ini. Oleh karena itu, kami mohon saran dan kritik yang membangun, terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 25 Maret 2013

PENULIS

 

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar     ……………………………………………………………………………………            1

Daftar Isi   …………………………………………………………………………………………….  .           2

Bab I         …………………………………………………………………………………………….. .           3

1.1       Pendahuluan   ……………………………………………………………………….  .           3

1.2       Tujuan ………………………………………………………………………………….. .           4

Bab II        Identifikasi Peluang Usaha Baru   ………………………………………..                  6

Bab III      Evaluasi Peluang Usaha Baru   ……………………………………………….              11

Bab IV      Penutup   ……………………………………………………………………………              14

Daftar Pustaka      …………………………………………………………………          15

BAB

PENDAHULUAN

 

Peranan wirausaha sangat penting dan menentukan masa depan bangsa dan negara. Secara umum, wirausaha sangat diperlukan untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Selanjutnya, agar kita dapat memahami jiwa dan semangat kewirausahaan, terlebih dahulu harus mengetahui pengertian yang berkenaan dengan kewirausahaan dan wirausaha.

Kewirausahaan berasal dari istilah entrepreneurship, sedangkan wirausaha berasal dari kata entrepreneur. Kata entrepreneur, secara tertulis digunakan pertama kali oleh Savary pada tahun 1723 dalam bukunya “Kamus Dagang’. Entrepreneur adalah orang yang membeli barang dengan harga pasti, meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang (atau guna ekonomi) itu akan dijual.

Banyak orang yang memberi pengertian entrepreneur dan entrepreneurship, di antaranya sebagai berikut :

  1. Ada yang mengartikan sebagai orang yang menanggung risiko
  2. Ada yang mengartikan sebagai orang yang memobilisasi dan mengalokasikan modal
  3. Ada yang mengartikan sebagai orang yang menciptakan barang baru
  4. Ada yang mengartikan sebagai orang yang mengurus perusahaan

Dengan demikian, sebenarnya apa yang dimaksud dengan kewirausahaan dan wirausaha itu? Agar lebih jelas dan ada pegangan, di bawah ini diuraikan beberapa pengertian kewirausahaan dan wirausaha, sebagai berikut:

  1. Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan.
  2. Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan (Robin, 1996).
  3. Kewirausahaan adalah proses dinamis untuk menciptakan tambahan kemakmuran.
  4. Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal jasa dan risiko, serta menerima balas jasa, kepuasan, dan kebebasan pribadi.

Sedangkan yang dimaksud dengan wirausaha adalah sebagai berikut:

  1. Wirausaha adalah mereka yang berhasil mendapatkan perbaikan pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsanya.
  2. Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya sendiri.
  3. Wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.
  4. Wirausaha adalah orang yang berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain .
  5. Pandangan menurut seorang businessman, wirausaha adalah ancaman, pesaing baru atau juga bisa seorang partner, pemasok, konsumen, atau seorang yang bisa diajak kerja sama.
  6. Pandangan menurut seorang pemodal, wirausaha adalah seorang yang menciptakan kesejahteraan buat orang lain yang menemukan cara-cara baru untuk menggunakan resources, mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan kerja yang disenangi oleh masyarakat.
  7. Pandangan menurut seorang ekonom, wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisir faktor-faktor produksi, alam, tenaga, modal, dan skill untuk tujuan berproduksi.
  8. Pandangan menurut seorang psychologis, wirausaha adalah seorang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam untuk memperoleh sesuatu tujuan, suka mengadakan eksperimen atau untuk menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.

Tujuan Kewirausahaan.

  1. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
  2. Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan pelajar dan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
  3. Menumbuhkembangkan kesadaran dan’orientasi Kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.

.                                  

BAB II

IDENTIFIKASI PELUANG USAHA BARU

 

Orientasi Eksternal dan Internal

Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi Eksternal Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya-sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru.

 

Orientasi Eksternal didapat dari:

  1. 1.      Konsumen

Pemakaian barang dan atau jasa untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain dan makhluk hidup lain, memenuhi kebutuhan mereka yang mungkin belum terpenuhi oleh produk/jasa yang telah ada. contohnya: kita tahu bahwa konsumen menginginkan adanya jasa pendidikan untuk anak-anak yang dibuat secara customize /khusus.

  1. 2.       Perusahaan yang sudah ada

Melakukan pengamatan terhadap usaha-usaha yang kira-kira bisa diterima oleh pasar dan melakukan modifikasi atas usaha tersebut sehingga punya keunggulan yang lebih. contohnya: kita tahu bahwa batik ternyata sedang digemari oleh masyarakat, maka kita bisa membuka usaha toko atau produsen batik, tetapi dengan penambahan value tertentu (merek atau rancangan yang menarik). Perlu diingat, meskipun kita seakan-akan mencontoh dari usaha yang telah ada, kita tetap harus tunduk dengan aturan yang berlaku, misalnya aturan tentang hak paten.

  1. 3.       Saluran distribusi

Lokasi  kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen, sehingga penggunanya sesuai dengan yang diperlukan.

Mendapatkan ide usaha/produk baru dari saluran distribusi karena merekalah yang langsung berhubungan dengan konsumen sehingga biasanya lebih paham tentang keinginan konsumen. Contohnya: saat ini kita sudah memproduksi keripik yang dititipkan ke warung-warung (warung di sini termasuk saluran distribusi), maka kita bisa meminta masukan dari si pemilik warung, kira-kira jenis jajanan apalagi yang disukai oleh konsumen

  1. 4.      Pemerintah

Ide usaha bisa di dapat dari berbagai macam peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Contohnya: pemerintah mengeluarkan larangan ekspor rotan mentah, maka kita bisa mendirikan usaha pengolahan rotan. Dengan adanya larangan peraturan yang dibuat pemerintah tersebut memacu kita untuk berwirausahaan dan peranan pemerintah juga diperlukan

  1. 5.      Penelitian dan Pengembangan

Usaha baru seringkali didapat dari hasil penelitian dan pengembangan yang berhasil menemukan produk baru. Contohnya: kita berhasil menemukan cara untuk membuat brownies yang enak dari ubi, maka kita bisa mengembangkan penemuan tersebut sebagai usaha baru.

Orientasi Internal didapat dari:

Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu:

  1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan.
  2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalah-masalahnya.
  3. Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan

Proses inovasi:

  1. Wirausahawan melihat adanya kebutuhan
  2. Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep
  3. Menguraikan masalah-masalah
  4. Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan
  5. Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
  6. Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
  7. Mencari pemecahan sementara
  8. Meneliti pemecahan dengan hati-hati
  9. Bergerak terus jika semuanya baik
  10. Mencapai keberhasilan

 

Jenis-jenis inovasi :

  1. 1.      Jenis inovasi terobosan

Dasar inovasi lebih lanjut dalam suatu bidang, inovasi tersebut harus sedapat mungkin dilindungi oleh paten yang kuat,rahasia perdagangan dan hak cipta. Inovasi terobosan meliputi berbagai seperti penisilin, mesin uap, computer, pesawat terbang, mobil, internet, dan nanotektologi.

  1. 2.      Jenis inovasi tenologi

Munculnya lebih sering bila dibandingkan dengan inovasi terobosan dan pada umumnya tidak berada tingkat yang sama dengan penemuan ilmiah dan kemajuan. Meski demikian, inovasi-inovasi yang sangat berati, karena inovasi tersebut benar-benar menawarkan kemajuan di area produk atau pasar.

  1. 3.      Jenis inovasi biasa

Merupakan inovasi yang paling sering muncul. Inovasi yang jumlahnya lebih banyak ini biasanya mengembangkan inovasi teknologi menjadi produk atau jasa yang lebih baik atau inovasi yang memiliki daya tarik pasar yang berbeda biasanya lebih baik. Inovasi ini berasal dari analisis dan daya tarik pasar, bukannya dorongan teknologi. Dengan perkataan lain, pasar memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap inovasi ( daya tarik pasar ) bila dibandingkan dengan teknologi ( dorongan teknologi )

Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru:

ü  Kebutuhan akan sumber penemuan

ü  Hobi atau kesenangan pribadi

ü  Mengamati kecenderungan-kecenderungan

ü  Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada

ü  Mengapa tidak terdapat ?

ü  Kegunaan lain dari barang-barang biasa

ü  Pemanfaat produk dari perusahaan lain

Proses Perencanaan dan Pengembangan Produk:

  1. 1.      Tahap Gagasan

Proses pengembangan produk baru berawal dari pencarian ide. Ide produk baru dapat berasal dari sejumlah sumber, misalnya departemen riset dan pengembangan, konsumen, ilmuwan, pesaing, karyawan (terutama wiraniaga), anggota saluran distribusi (distributor), dan manajemen puncak. Biasanya gagasan yang muncul dari sisi teknologi pemisahaan cenderung akan dirunuskan dalam technological terms (misalnya, gagasan mobil baru didasarkan pada desain yang diperbaiki untuk aerodinamis) atau karakteristik fisik (seperti ponsel baru yang lebih ringan dan kecil). Bila gagasan berasal dari konsumen atau distributor, kecenderungannya adalah bahwa ide tersebut dijabarkan dalam konteks manfaat pemecahan masalah (misalnya, koper atau tas yang dapat mudah dimasukkan ke dalam overhead compartment di pesawat). Oleh sebab itu, konsep produk baru harus dinyatakan dalam dua aspek:

  • Spesifikasi manfaat yang bakal diterima oleh para pelanggan potensial.
  • Definisi atribut fisik atau teknologi yang dapat menghasilkan manfaat-manfaat tersebut.
  1. 2.      Tahap Konsep

Tahap penyaringan ide terdiri atas sejumlah aktivitas yang dirancang untuk mengevaluasi suatu konsep produk baru. Konsekuensinya, akan ada banyak konsep baru yang dieliminasi dalam tahap ini. Setidaknya, informasi yang diperoleh dalam tahap penyaringan dapat membantu pihak manajamen untuk:

  • Memproyeksikan tingkat permintaan potensial.
  • Mengidentifikasi peluang keberhasilan produk.
  • Memperkitakan tingkat kanibalisasi
  1. 3.      Tahap Pengembangan Produk

Ide-ide yang menarik harus disempurnakan menjadi konsep produk yang dapat diuji. Ada perbedaan antara ide produk, konsep produk, dan citra produk. Yang dinamakan ide produk adalah produk yang mungkin ditawarkan perusahaan ke pasar. Konsep produk merupakan versi yang lebih rinci dari suatu ide yang dinyatakan dalam istilah yang dimengerti konsumen. Sedangkan citra produk ialah gambaran khusus yang diperoleh konsumen mengenai produk yang masih potensial ataupun yang sudah aktual.
Pengembangan produk merupakan upaya teknis yang mengubah suatu konsep menjadi produk nyata (working product).

  1. 4.      Tahap Uji Pemasaran

Tujuan tahap ini adalah untuk:

1)      Memberikan penilaian yang lebih rinci mengenai peluang sukses produk baru.

2)      Mengidentifikasi penyesuaian-penyesuaian akhir yang dibutuhkan untuk produk, dan

3)      Menetapkan elemen-elemen penting dalam program pemasaran yang akan digunakan untuk memperkenalkan produk di pasar.

  1. 5.      Tahap Komersialisasi

Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar.

5 langkah untuk merumuskan tujuan bauran produk – pasar :

  • Pemeriksaan kecenderungan penting dalam lingkungan bisnis dari daerah produk pasar.
  • Pemeriksaan kecenderungan pertumbuhan dan kecenderungan keuntungan
  • Pemisahan bidang produk – pasar yang akan menarik ke depan maupun daerah yang akan tertarik
  • Pertimbangan mengenai kebutuhan atau diperlukannya tambahan produk atau daerah pasaran baru pada bauran
  • Derivasi profil bauran produk – pasar optimum namun realistis didasarkan pada kesimpulan yang dicapai pada langkah 1 sampai 4

BAB III

EVALUASI PELUANG USAHA BARU

 

Penetapan Kelayakan Usaha Baru

Banyak dana telah dikeluarkan didalam memulai usaha baru dan juga yang mengalami kebangkrutan dalam satu atau dua tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan usaha baru adalah kendali wirausahawan.

Alasan utama kegagalan usaha baru adalah :

  1. Pengetahuan pasar yang tidak memadai
  2. Kinerja produk yang salah
  3. Usaha pemasaran dan penjualan yang tidak efektif
  4. Tidak disadarinya tekanan persaingan
  5. Keusangan produk yang terlalu cepat
  6. Waktu memulai usaha baru yang tidak tepat
  7. Kapitalisasi yang tidak memadai, pengeluaran operasi yang tidak diprediksi, investasi  yang berlebih-lebihan pada asset tetap, dan kesulitan keuangan yang berkaitan.

Analisa Kelayakan Teknis

Dua langkah penting didalam proses analisa kelayakan teknis :

  1. Identifikasi spesifikasi teknis penting
  • Desain fungsional dari produk dan daya tarik penampilanya
  • Fleksibelitas
  • Daya tahan bahan baku produk
  • Bisa diandalkan
  • Keamanan produk
  • Daya guna yang bisa diterima
  • Kemudahan dan biaya pemeliharaan yang rendah
  • Standarisasi melalui dihilangkannya suku cadang yang tidak perlu
  • Kemudahan untuk diproduksi dan diproses
  • Kemudahan untuk ditangani
  • Pengembangan dan uji coba produk termasuk juga studi rekayasa, uji laboratorium, evaluasi bahan baku alternative dan fabrikasi model dan prototype untuk uji lapangan.
  • Untuk setiap tahap pengujian hasil negative dan positif harus ditimbang dan dilakukan penyasuaian yang perlu.
  1. Uji coba produk atau jasa untuk menemukan apakah ia memenuhi spesifikasi  kinerja

Penilaian Peluang-Peluang Pasar

Tujuan dari pemasaran adalah memenuhi permintaan pelanggan. Riset Pasar  adalah pengumpulan, pencatatan dan analisis secara sistematis, atas informasi yang berkaitan dengan pemasaran dan jasa.

Riset pasar dapat membantu :

  1. Menemukan pasar yang menguntungkan
  1. Memilih produk yang dapat dijual
  2. Menentukan perubahan dalam perilaku konsumen
  3. Meningkatkan teknik-teknik pemasaran yang lebih baik
  4. Merencanakan sasaran yang realistik

Tiga aspek utama bagi riset pasar adalah :

  1. Penelitian potensi pasar dan identifikasi pelanggan (pemakai) potensial
  1. Analisa seberapa besar perusahaan baru tersebut bisa memanfaatkan potensi pasar
  2. Penentuan peluang nyata pasar dan resiko-resiko melalui uji coba pasar

Analisa Potensi Pasar

Penelitian mengenai potensi pasar bagi usaha baru mungkin melibatkan penilaian subyektif dan pribadi; tidak selalu ilmiah.

Identifikasi Pasar Potensial

Pasar potensi adalah ungkapan mengenai peluang penjualan maksimum untuk produk atau jasa tertentu selama periode waktu yang ditentukan (misal: 1 tahun)

Langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan mengestimasi potensi pasar adalah sbb :

  1. Identifikasi pemakai akhir tertentu dari produk atau jasa.
  1. Identifikasi segmen pasar pokok, yaitu, kategori pelanggan yang relative homogen.
  1. Menemukan atau memperkirakan volume pembelian potensial dalam tiap-tiap segmen pasar dan volume total dari semua segmen.

 

Analisa Kelayakan Finansial

Adalah landasan untuk menentukan sumber daya finansial yang diperlukan untuk tingkat kegiatan tertentu dan laba yang bisa diharapkan

Langkah-langkah dalam analisa kelayakan finansial :

  • Analisa semua kewajiban financial dan kebutuhan pengeluaran secara mendetail.
  • Proyeksi sumber daya finansial yang tersedia dan dana-dana yang akan dihasilkan dalam operasi perusahaan.
  • Penting untuk menentukan secara sistematis aliran masuk, aliran keluar operasional yang diantisipasi dan aliran kas nett oun tuk periode waktu tertentu.
  • Apakah ia akan menghasilkan pengembalian pada modal yang diinvestasikan yang memuaskan.

Penilaian Kemampuan Organisasional

Setiap bisnis usaha membutuhkan orang-orang dengan berbagai jenis keterampilan dan bakat untuk bekerjasama mencapai tujuan organisasional.

Dalam penilaian ini dilakukan :

  • Penentuan kebutuhan personalia dan perancangan struktur organisasi awal.
  • Perbandingan kebutuhan dan ketersediaan personalia.

BAB IV

PENUTUP

 

Kesimpulan

Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal jasa dan risiko, serta menerima balas jasa, kepuasan, dan kebebasan pribadi.

Persaingan didunia wirausaha yang semakin berkembang pesat akhir-akhir ini. Hal tersebut mendorong wirausahawan memutar otak untuk mencari jenis usaha baru dan berbeda dengan yang sudah ada dipasaran. Untuk itu proses identifikasi peluang usaha baru sangat dibutuhkan dalam menentukan usaha yang tepat. Agar nantinya produk atau jasa yang dibuat dapat diterima oleh masyarakat luas.

Proses identifikasi peluang usaha berawal dari inovasi, untuk menentukan usaha yang tepat dibutuhkan inovasi-inovasi yang baru dan fresh. Selanjutnya diadakan proses perencanaan dan pengembangan produk sampai ketahap pemasaran dan Komersialisasi produk.

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari Prof. Dr. kewirausahaan, Bandung : Alfabeta

Suharyadi, dkk. 2011. Kewirausahaan, Jakarta : Salemba Empat

Kristianto, Heru.2009. Kewirausahaan Enterpreneurship Pendekatan Manajemen  Jakarta : Graha Ilmu

BABhttp://rizkiyahkiki.blogspot.com/2011/02/ap-itu-kewirausahaan.html

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar